Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Kenapa Tangan Keriput Kalau Lama di Air?

Diposting oleh Unknown on Jumat, 25 Mei 2012


Orang yang berendam terlalu lama dalam bathtub sering timbul keriput pada telapak tangan dan kaki. Mengapa hal ini bisa terjadi?
 
wikimedia.org


Keriput yang terjadi disebabkan oleh lapisan kulit luar (epidermis) menyerap air sewaktu kita berendam terlalu lama. Kulit di telapak tangan dan kaki lebih tebal dibanding bagian tubuh lainnya, maka perubahan pada bagian ini lebih menonjol.
 
Ketika epidermis memuai, lapisan di bawahnya (dermis), tidak ikut mengembang. Akibatnya, terjadilah kerut-kerut yang tidak sedap dipandang.
 
Untungnya, tubuh kita tercipta dengan sangat sempurna. Tak semua bagian pada tubuh memiliki lapisan kulit yang tebal seperti telapak tangan dan kaki.
 
Bayangkan, kalau lapisan kulit kita sama tebalnya, maka setiap berendam terlalu lama bisa-bisa seluruh tubuh ikut keriput. Apa jadinya, ya?
sumber: http://www.apakabardunia.com/2012/05/kenapa-tangan-keriput-kalau-lama-di-air.html
More about → Kenapa Tangan Keriput Kalau Lama di Air?

Jumlah Sperma Pria di Dunia Makin Sedikit dari Tahun ke Tahun

Diposting oleh Unknown

Jakarta, Anak adalah titipan Tuhan dan anugerah yang indah dalam sebuah perkawinan. Jika ada masalah dengan kesuburan, seringkali yang jadi kambing hitam adalah istri.

Tuduhan ini tidak selamanya benar karena sperma juga ikut andil dalam pembuahan. Bahkan, berbagai penelitian menunjukkan bahwa jumlah sperma yang dihasilkan pria makin menurun dari tahun ke tahun.
 
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, jumlah rata-rata sperma pria adalah sebanyak 20 - 40 juta per mililiter tiap kali ejakulasi. Namun beberapa tahun belakangan jumlahnya terus mengalami penurunan.

Maraknya kasus sulit memiliki keturunan akhir-akhir ini ditemukan juga jawabannya oleh para ahli, jumlah sperma yang rendah pada kaum laki-laki.

Sinyal bahaya pertama kali diketahui pada tahun 1990-an lewat sebuah penelitian yang kontroversial di Denmark.

Kesimpulan penelitian menyatakan bahwa jumlah sperma menurun drastis tiap tahun sehingga hanya tersisa sedikit sperma yang bisa dihasilkan seorang pria dalam waktu 50 tahun.

Penelitian ini bukan isapan jempol belaka. Dr Shanna Swan, ahli epidemiologi reproduksi di Mount Sinai School of Medicine di New York City menganalisis data yang digunakan dalam penelitian asal Denmark tersebut dan berujung hasil yang sama.

Swan menemukan bahwa jumlah sperma beberapa orang yang dianggap berada dalam usia prima dalam kehidupannya cukup rendah. Jumlah sperma laki-laki mengalami penurunan sebesar 1,5% di Amerika Serikat dan 3% di Eropa dan Australia.

Tahun 2011 lalu, Swan meneliti para pria di universitas dan perguruan tinggi di Rochester, New York. Ia menemukan bahwa 23% pria yang diteliti memiliki jumlah sperma yang rendah sampai-sampai sudah perlu menemui dokter kesuburan. Menurut Swan, kecenderungan ini diduga ada hubungannya dengan penggunaan bahan kimia.

"Bahan kimia banyak membanjiri produk rumah tangga. Ada 80.000 bahan kimia di sekitar kita, tapi hanya beberapa yang sudah teruji. Tidak diragukan lagi bahwa pestisida mengurangi jumlah sperma. Pertanyaannya adalah berapa banyak paparan yang diterima sehingga dapat menyebabkan kerusakan?" kata Swan seperti dilansir GlobalNews.ca, Kamis (24/5/2012).

Meskipun demikian, penurunan jumlah sperma secara global ini belum meresahkan beberapa pihak. Dr Bernard Robaire dari McGill University mengatakan bahwa bukan kuantitas yang lebih penting, melainkan kualitas sperma.

Menurutnya, ada kasus di mana pria dengan jumlah sperma yang sedikit dapat mendapatkan keturunan secara alami sementara pria dengan jumlah sperma yang lebih banyak justru tak kunjung dapat keturunan.

"Jika punya sperma sedikit namun sangat tinggi dalam kualitasnya, maka DNA-nya tidak akan rusak. Sperma ini bisa membuahi dan mengenali sel telur," kata Dr Robaire.

Para ilmuwan tidak mungkin dapat memperbaiki kerusakan yang diakibatkan paparan bahan kimia ini. Tetapi ilmuwan berupaya menemukan cara untuk mengatasi kemandulan dengan teknologi.

Lewat bayi tabung, ilmuwan dapat memungkinkan pria dengan jumlah sperma yang rendah untuk memiliki keturunan dari istrinya.

sumber:woliop.detik.com
More about → Jumlah Sperma Pria di Dunia Makin Sedikit dari Tahun ke Tahun

Ini Dia yang Bikin Kelamin Pria Tak Bisa ‘Berdiri’

Diposting oleh Unknown


Disfungsi ereksi alias impotensi merupakan gangguan kesehatan yang paling ditakuti pria. Berbagai macam cara bisa dicoba pria untuk menunjukkan ‘kejantanannya’ tersebut. Ketahui apa saja yang membuat kelamin pria tak bisa ‘berdiri’.
Untuk dapat ereksi (tegangnya kelamin) dengan sempurna, penis membutuhkan elastisitas pembuluh darah dan ritme jantung yang stabil untuk memompa darah ke bagian tersebut.
[imagetag] - Ini Dia yang Bikin Kelamin Pria Tak Bisa 'Berdiri'Namun ada beberapa faktor yang membuat darah tidak terpompa secara sempurna, yang akhirnya membuat senjata pria tidak mampu ‘berdiri’, antara lain seperti dilansir webmd, Kamis (5/4/2012):
1. Depresi
Otak adalah zona sensitif seksual yang sering diabaikan. Gairah seksual dimulai di kepala (otak) dan terus berjalan ke bawah (penis). Depresi dapat mengurangi keinginan Anda untuk bercinta dan menyebabkan disfungsi seksual. Ironisnya, banyak obat yang dipakai untuk mengobati depresi juga dapat menekan dorongan seksual dan membuat pria lebih sulit mendapatkan ereksi.
2. Alkohol
Banyak yang berpikir bahwa minum sedikit alkohol dapat meningkatkan mood untuk bercinta, tetapi kebiasaan minum alkohol dapat membuat pria lebih sulit untuk ereksi. Penggunaan alkohol yang tinggi dapat mengganggu ereksi, tetapi efek ini biasanya sementara.
3. Obat-obatan
Obat-obatan juga dapat menyebabkan disfungsi ereksi, seperti beberapa obat tekanan darah tinggi, obat penghilang nyeri dan antidepresan. Obat-obat ilegal seperti amfetamin, kokain dan ganja juga dapat menyebabkan masalah seksual pada pria.
4. Stres
Tidak mudah untuk mendapatkan mood bercinta ketika Anda sedang kewalahan dengan pekerjaan di tempat kerja atau rumah. Stres dapat merugikan berbagai bagian tubuh, termasuk penis. Atasi stres dengan membuat perubahan pada gaya hidup, seperti melakukan relaksasi dengan olahraga secara teratut, cukup tidur dan mencari bantuan dokter bila perlu.
5. Kemarahan
Kemarahan dapat membuat darah naik ke wajah, tapi tidak ke tempat yang pria butuhkan ketika ingin melakukan hubungan seks. Kemarahan baik yang langsung ataupun tidak, dapat berkontribusi untuk masalah kinerja di kamar tidur.
6. Kegelisahan atau kecemasan
Semua kecemasan yang dapat membuat Anda takut dan menghindari keintiman, ibarat lingkaran setan yang menempatkan tekanan besar pada kehidupan seks Anda.
7. Kegemukan
Pria yang kegemukan alias obesitas tidak hanya menurunkan rasa percaya diri tetapi juga kemampuan di kamar tidur. Pria yang obesitas menghasilkan lebih sedikit hormon testosteron, yang penting untuk menaikkan gairah seksual dan ereksi. Kelebihan berat badan juga terkait dengan tekanan darah tinggi dan pengerasan pembuluh darah, yang dapat mengurangi aliran darah ke penis.
8. Citra diri negatif
Bila Anda tidak menyukai apa yang Anda lihat di cermin, mudah untuk menganggap pasangan tidak akan menyukai pandangan tersebut. Citra diri yang negatif dapat membuat Anda khawatir dan menurunkan kinerja saat mencoba melakukan hubungan seksual.
9. Libido rendah
Libido rendah tidak sama dengan disfungsi ereksi, tetapi banyak faktor yang menyebabkan disfungsi ereksi juga dapat mengurangi libido (gairah seksual). Harga diri yang rendah, stres, kecemasan dan obat tertentu, semua juga bisa mengurangi gairah seks. Ketika semua kekhawatiran terikat saat berhubungan seksual, maka minat Anda pada seks dapat menukik tajam.
10. Kondisi kesehatan
Banyak kondisi kesehatan yang dapat mempengaruhi saraf, otot atau aliran darah yang diperlukan untuk mendapatkan ereksi. Diabetes, tekanan darah tinggi, pengerasan pembuluh darah, cedera tulang belakang,dan multiple sclerosis dapat berkontribusi untuk terjadinya disfungsi ereksi.
Operasi untuk mengobati masalah prostat atau kandung kemih juga dapat mempengaruhi saraf dan pembuluh darah yang mengontrol ereksi. (Health Detik .)
More about → Ini Dia yang Bikin Kelamin Pria Tak Bisa ‘Berdiri’